Penulis : Hernowo
Tanggal Terbit : 2004
Penerbit : Bandung, Penerbit MLC
Tebal Buku: 185 hlm (e-book)
Judul : Travel Writer
Penulis : Yudasmoro
Tanggal Terbit : Cetakan 1, Juni 2012
Penerbit : Metagraf, Creative Imprint of Tiga Serangkai
Tebal Halaman : 204 hlm
Di dalam dunia traveling, terdapat satu profesi yang sangat unik sekaligus asyik, yaitu travel writer. Pemaparan tentang travel writer ini dikupas tuntas oleh Yudasmoro, seorang freelance travel writer yang aktif menulis untuk beberapa media cetak papan atas, seperti: Garuda Inflight, Jalan-Jalan, Aplaus the Lifestyle, serta Getaway. Profesinya ini menuntut kemampuan tiga hal mendasar: menangkap peristiwa-peristiwa unik selama dalam perjalanan, kemampuan menulis, serta menangkap momen-momen spesial dengan kamera.
Di samping itu, layaknya pengusaha, travel writer juga harus memiliki visi dan misi dalam bidangnya. Target yang jelas, ide, kemampuan menyusun jadwal, dan kedislipinan mengejar target adalah beberapa kunci yang wajib dimiliki. Visi dan misi jelas diperlukan. Beberapa masalah pun juga siap menanti bagi siapapun yang berniat serius dalam bidang ini.
Yudasmoro membeberkan panduan-panduan yang menuntun para travel writer agar dapat profesional dalam bidang ini. Ia juga mengenalkan tentang proses peliputan suatu berita berdasarkan jenisnya dan tips-tips wawancara untuk mempermudah keakuratan datanya. Jika sudah berada di lapangan, maka kita perlu memperhatikan sekitar, menggunakan panca indra, berbaur, pengamatan individu, eksplorasi, dan menyiapkan perlengkapan dengan baik.
Menariknya, ia menjelaskan pula betapa pentingnya menyelipkan foto yang mampu memberikan unsur informasi di dalamnya. Beberapa panduan dan contoh foto dapat kita baca di buku ini, temasuk tips-tipsnya seperti: Mempersiapkan kamera, tak harus lanskap, tak harus punya DSLR, high resolution, dan kreatif saat memotret.
Lalu bagaimanakah cara mulai menulis? Kunci yang disarankan oleh sang penulis yaitu hanyalah latihan dengan tekun terus-menerus, menulis, dan menulis lagi!
".... Menulis adalah cerminan cara berpikir kita. Menulis adalah membangun landmark diri kamu pada sebuah media yang berbeda..."
Kalau kamu mulai serius untuk mempelajari bidang travel writer, mulailah menulis apa saja. Kembangkan juga kemampuan menulismu dari beberapa contoh yang telah diungkapan dalam buku ini. Misalnya, dalam penentuan judul, buatlah judul yang simple dan menarik perhatian, tetapi mengungkapkan isi artikel. Setelah judul tercipta, susun bagian pembuka yang menarik dalam segi angle (sudut pandang) dan materi. Bentuknya bermacam-macam, bisa berupa kutipan, imajinasi, informasi, pertanyaan, atau mood. Selanjutnya, perhatikan juga tentang EYD, kisahnya yang runut, penyisipan humor jika diperlukan, pengumpulan data yang akurat, serta imajinasi dan wawasan.
Setelah selesai menulis artikel hingga siap dipublikasikan, kirimkan artikel tersebut pada beberapa media yang ingin kamu tuju. Perlu adanya kesabaran dan kejelian dalam memilih media. Artikel sendiri terdapat beberapa bentuk gaya tulisan kreatif, tergantung dari ide-ide penulisnya. Beberapa contoh artikel travel, yaitu: religi, adventure, culture, profil, horor, sightseeing (wisata kota), dan kuliner.
Jika kamu benar-benar serius dalam bidang travel writer, maka kamu perlu memahami beberapa hal berikut:
1. Travel writer itu pedagang, kita harus jeli melihat peluang, kreatif, profesional, dan selalu belajar.
2. High risk, profesi ini juga akan dihinggapi rasa bosan, jenuh, ataupun stres.
3. Basisnya adalah jurnalistik, mencari data seakurat mungkin adalah kewajiban yang tidak bisa diabaikan.
4. Be creative, berlatihlah untuk selalu memunculkan ide-ide kreatif dan ajukan pada editor sesegera mungkin.
5. It's fun, however, menjadi travel writer memungkinkan kita untuk bertemu dengan banyak hal unik, aneh, lucu, sedih, tragis, dan narasumber yang berbeda-beda sifat. Selalu membuat tema baru dalam liputan menjadikan kita banyak mempelajari hal baru, mulai dari sejarah, budaya, hingga jenis dan rasa makanan.
Demikianlah sedikit ulasan tentang buku 'Travel Writer' karya Yudasmoro ini. Bergaya tulisan populer, memudahkan saya untuk memahami isi buku ini, dari apa itu travel writer dan langkah demi langkah untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan yang berkaitan. Seperti profesi pada umumnya, freelance travel writer juga dituntut untuk profesional dan memiliki sisi menyenangkan serta resiko yang tak bisa terpisahkan.
Jadi, bagi kamu yang senang traveling dan ingin menjadikannya sebagai profesi, buku ini saya rekomendasikan untuk segera kamu baca.
Selamat Membaca! :)
Judul : MOTIVACTION, Mimpi atau Mati
Penulis : Iwel Sastra
Tanggal Terbit : Cetakan 1, Mei 2013
Penerbit : Noura Books (PT Mizan Publika)
Tebal Halaman : 320 hlm
Inilah buku perdana yang ditulis oleh Iwel Sastra, seorang stand up comedian pertama di Indonesia, pembicara di beberapa progam TV serta pendiri dari toko online www.fashionjelita.com. Dalam buku ini ia memaparkan bagaimana pentingnya action, memasarkan diri, langkah-langkah ringan untuk sukses, faktor XYZ, bonus track, yang kesemuanya memiliki satu-kesatuan, yaitu rezeki. Beragam kisah diungkapkan Iwel dengan segar dan ringan, seperti perjalanan hidupnya untuk meraih mimpi sebagai seorang stand up comedian, pertemuannya dengan beberapa tokoh inspiratif, dan ulasan dari hasil membaca/ melihatnya yang menggugah semangat.
Selama proses membaca, saya dapat dengan mudah mengimajinasikan apa yang ia ceritakan, setiap kalimatnya memiliki gaya yang khas, penuh makna serta saling berkaitan dari sub-bab per sub-bab dalam lima chapter yang ada. Setidaknya, saya sendiri semakin mengenal potongan-potongan kisah dari dunia kepelawakan, cuplikan kesuksesan tokoh terkenal yang penuh perjuangan, dan pengalaman nyata lainnya. Iwel pun tidak melupakan tampilan isi bukunya yang dikemas dengan menarik, termasuk kata-kata bijak dalam setiap sub-babnya. Berikut beberapa kutipan yang saya sukai.
"Dalam skenario mimpi yang kita tulis, kita adalah pemain, sutradara, sekaligus produser." (Hlm. 26)
"Terlalu banyak pertimbangan membuat kita sering menunda action." (Hlm 55)
"Sebenarnya, momentum ini bukan datang begitu saja, melainkan diciptakan." (Hlm. 66)
"Sebelum memasarkan diri, sebaiknya kita mengukur kekuatan kita yang sesungguhnya." (Hlm. 117)
"Kita tidak cukup hanya menentukan arah tujuan kita. Sebaiknya kita juga mengenalinya." (Hlm. 186)
"Memiliki minat justru membuat seseorang lebih sukses dibandingkan hanya memiliki bakat." (Hlm. 196)
"Sebaiknya, ketika memiliki sebuah bakat dan minat terhadap suatu bidang, kita juga harus mempelajari peluang bisnisnya." (Hlm. 200)
"Sesuatu yang sulit akan menjadi mudah kalau kita menemukan caranya." (Hlm. 211)
"Bukanlah suatu kegagalan jika belum terlihat upaya yang sungguh-sungguh." (Hlm. 225)
"Menyerah bukanlah solusi yang tepat ketika mengalami masalah seberat apapun." (Hlm. 238)
"Kita hanya punya formula-formula untuk menjemput rezeki. Namun, tetap saja rezeki adalah sebuah misteri." (Hlm. 252)
Melalui buku inilah, Iwel akan mengajak Anda untuk menemukan inspirasi dan jati diri dengan gaya stand up comedy. Hanya saja, saya masih kurang paham apa kaitan "Mimpi atau Mati" dengan keseluruhan isi bukunya, karena pengulasan tentang "mati" itu terasa belum mendalam. Alangkah baiknya, jika menambah porsi tentang kisah-kisah orang yang takut bermimpi, hingga jiwanya pun terasa sedih ataupun mati. Sehingga pembaca pun harus berpikir dua kali jika tetap kekeuh mengabaikan mimpinya.
Selamat membaca :)
Judul : Burlian, Serial Anak-Anak Mamak
Penulis : Tere-Liye
Tanggal Terbit : Maret 2011; cetakan III (cetakan I: Nov, 2009)
Penerbit : Republika
Tebal Halaman : 340 hlm
Beberapa minggu ini, saya mulai mencoba membaca beberapa jenis buku fiksi, khususnya novel. Hingga, saya mulai penasaran dengan karya Tere-Liye (Darwis) dengan serial bukunya yang kata orang, isinya berisi cerita anak-anak, dapat menginspirasi, dan tidak menggurui.
Setelah selesai membaca salah satu buku serialnya berjudul "Burlian"; serial pertama, saya amat setuju dengan apa yang mereka utarakan. Isi ceritanya, sesuai sekali dengan apa yang sedang saya cari-cari saat ini, buku untuk anak-anak dan menginspirasi. Satu lagi kelebihannya, membacanya di beberapa bab, kisah-kisahnya sangat mengharukan, serta saya pun kembali berpikir secara sederhana tentang kehidupan.
Lalu, apa sih sebenarnya yang Tere-Liye tulis dalam buku "Burlian" ini?
Di awal cerita, hiduplah sebuah keluarga, ada bapak, mamak, dan keempat anaknya (Eliana, Pukat, Burlian-3, Amelia) yang hidup di sebuah pedesaan Sumatra. Hidup mereka sederhana, penerangan rumah pun masih menggunakan lampu canting dan sepertinya di tahun-tahun orde baru, menariknya mereka hidup di kampung yang dekat hutan, sungai, lembah dan bukit barisan yang masih alami. Kali ini, Tere-Liye mengisahkan tentang masa kecil Burlian, kisahnya sejak berumur tujuh tahun. Ia dijuluki mamaknya sebagai "anak spesial", hingga si Burlian pun memang tumbuh sebagai anak yang spesial. Ia memiliki kepribadian yang percaya diri, rasa ingin tahunya besar (kadang justru melanggar aturan), senang bermain di alam, dan setia kawan.
Dari bab per bab, diceritakan beberapa kejadian yang saling bersambung, meski berbeda topik. Topik yang diangkat, seperti saat Burlian ditahan di stasiun kereta, kawan Burlian yang jago bermain bola, saat-saat menanti durian jatuh, Burlian yang sembunyi-sembunyi ikut judi dari radio, Burlian yang hampir dimakan buaya, semangat untuk membantu teman bersekolah, cinta seorang mamak, tersesat di hutan, pertemuan dengan kepala proyek pembangunan jalan (Nakamura), serta kisah lainnya.
...
Aku akhirnya mengerti kenapa Bapak, Mamak sejak kecil selalu bilang, "Kau spesial, Burlian." Itu cara terbaik bagi Bapak, Mamak untuk menumbuhkan percaya diri, keyakinan dan menjadi pegangan penting setiap kali aku terbentur masalah. Aku ingat, Mamak, Bapak selalu bilang, "Kau anak yang kuat, Amelia." Agar Amelia yang sakit-sakitan tumbuh jadi 'kuat'.
...
Dalam buku ini, cerita-ceritanya diungkapkan dengan bahasa sehari-hari, sederhana, meskipun ada beberapa percakapan yang masih kasar. Pada akhirnya, buku ini diharapkan jadi bacaan anak-anak, remaja untuk menumbuhkan kesederhanaan hidup, budi pekerti yang baik serta menyayangi keluarga masing-masing. Dan juga menjadi bacaan orang dewasa, orang tua agar mereka bisa lebih memahami betapa spesialnya anak-anak.
Judul : Who Moved My Cheese? For Teens
Penulis : Spencer Johnson (Ahli Bahasa: Antonius Eko W)
Tanggal Terbit : 2003
Penerbit : PT Elex Media Komputindo, Jakarta
Tebal Halaman : 92 hlm
Hidup bukanlah jalan lurus dan mudah yang dengan bebas dan tanpa rintangan kita jalani, melainkan sebuah lorong Labirin dan untuk melaluinya kita harus mencari jalan, tersesat dan kebingungan, lagi dan lagi tertahan di jalan buntu.
Namun apabila kita memiliki keyakinan, sebuah pintu akan terbuka bagi kita, mungkin bukan pintu yang selalu kita impikan, melainkan pintu yang pada akhirnya terbukti tepat bagi kita.
Dalam buku "Who Moved My Cheese?" versi remaja ini, kita akan diajak mengenal tentang empat karakter imajinatif yang sedang mencari cheese (keju) di labirin, diantaranya para tikus (Sniff; Endus & Scurry; Lacak) dan para kurcaci (Hem; Kaku & Haw; Aman). Kedua tikus memiliki otak yang sederhana dan naluri yang baik, kedua kurcaci menggunakan otak mereka yang rumit, yang diisi dengan kepercayaan-kepercayaan dan emosi.
Setiap hari mereka berempat mencari cheese di dalam labirin. Hingga suatu ketika mereka berempat akhirnya menemukan Cheese Station C. Kedua kurcaci mulai berpikir bahwa hidup mereka telah aman dan nyaman.
Hingga suatu hari, cheese di stasiun itu mulai habis karena terus dimakan. Kedua tikus tidak kaget akan hal itu, mereka telah mempersiapkan diri untuk hal ini. Mereka mencari lagi dalam labirin agar menemukan Cheese baru. Sedangkan kedua kurcaci amat terkejut dengan tidak adanya cheese.
"Siapa yang memindahkan Cheese-ku?"
"Ini tidak adil"
Saat Sniff dan Scurry telah bergerak dengan cepat, Hem dan Haw tetap terpaku, termenung, dan mulai depresi.
Sedangkan kedua tikus masih terus mencari, beberapa kali mereka tidak menemukan apa-apa sampai akhirnya mereka masuk ke suatu daerah Labirin yang belum mereka datangi: Cheese Station N. Mereka memekik kegirangan, mereka menemukan persediaan Cheese baru yang banyak.
Selama terus mengkhawatirkan cheese yang hilang, Haw mulai menyadari beberapa hal, seperti: perbedaan antara aktivitas dan produktivitas, menertawakan dirinya saat apa yang diperbuat oleh rasa takut terhadap dirinya, dan membuat lukisan di dalam pikirannya ketika dapat menemukan cheese baru. Haw mengingatkan Hem bahwa hidup mereka telah dan akan terus berubah, tetapi Hem tidak menghiraukannya dan masih berharap cheesenya dapat kembali lagi.
Haw pun mulai bertekad untuk berubah dan mencoba mencari cheese ke dalam labirin sendirian, ia menulis beberapa hal di dinding setiap kali pemikiran dan langkahnya yang baru.
"Jika Anda tidak berubah, Anda akan musnah"
"Apa yang akan Anda lakukan apabila Anda tidak takut?"
"Ciumlah cheese sesering mungkin, sehingga Anda tahu saat cheese itu mulai membusuk."
"Saat Anda berhenti dari rasa takut, Anda akan merasa lebih baik!"
"Membayangkan dirimu menikmati cheese baru, mengarahkanmu kepadanya."
"Lebih aman mencari di dalam labirin daripada tinggal di situasi tanpa cheese."
"Saat Anda melihat bahwa Anda dapat menemukan cheese baru, Anda mengubah haluan Anda."
"Bergerak bersama cheese dan menikmatinya!"
Setelah pencarian cheese di beberapa tempat yang tidak membuahkan hasil, Haw akhirnya menemukan Cheese station N dengan tumpukan cheese yang baru dikenalnya. Ia pun menyadari bahwa cara paling cepat untuk berubah adalah dapat menertawakan kebodohan diri sendiri, sehingga kita dapat merelakannya dan cepat-cepat bergerak maju.
Membaca buku ini, kita akan memahami betapa pentingnya untuk mampu beradaptasi terhadap segala perubahan, terus melakukan perbaikan diri dan lebih berani menghadapi tantangan. Cerita untuk remaja ini dikemas dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami. Saya pun semakin paham, ternyata untuk memberikan motivasi bisa juga dengan pemikiran dan ilustrasi yang menyenangkan dan tidak rumit.
Judul : Mencari Nouf
Penulis : Zoe Ferraris (Ahli Bahasa: Fahmy Yamani)
Tanggal Terbit : Juli 2014
Penerbit : PT Pustaka Alvabet
Tebal Halaman : 470 hlm
Cerita tentang perempuan, pembunuhan, dan misteri dunia Arab. Novel detektif ini menyingkap selubung rahasia ihwal negeri kaum pendoa yang puritan dan patriarkis. Bersetting dunia Arab modern, dengan plot yang cepat, mondar-mandir.
Berawal dari kisah seorang lelaki bernama Nayir yang ditugaskan untuk mencari adik Usman, bernama Nouf. Sayangnya Nouf ditemukan telah meninggal. Keluarga Nouf menutup kasusnya karena menduga jika Nouf melarikan diri dari rumah dan sedang hamil. Namun Nayir tetap menyelidiki kasus Nouf bersama Katya, tunangan Usman, karena mereka curiga jika Nouf sebenarnya diculik. Dalam kisah-kisahnya, sang penulis mengungkapkan bagaimana keseharian keluarga masyarakat Arab dan menuturkan sedikit ayat-ayat Al Qur'an yang relevan.
Setelah kisah yang dibawa dengan penemuan beberapa fakta, praduga-praduga tentang pelakunya, akhirnya didapatkanlah potongan teka-teki melayang pada tempatnya masing-masing. Kejadian yang sebenarnya mulai terkuak, dengan beberapa orang dekat yang justru terlibat dengan berbagai motifnya.
Setelah membaca novel ini, saya mulai sedikit mengerti bagaimana dunia Arab di satu sisinya. Selain kagum dengan aturan ketat untuk taat beragama, di sisi lain saya juga berpikir bagaimana mereka menangani kesulitan-kesulitan untuk menyeimbangi perkembangan dunia yang semakin modern ini, khususnya bagi wanita. Di lain hal, novel ini terlalu banyak percakapan, saya sedikit menantikan aksi-aksi yang heroik/ menegangkan untuk menambah kesegaran isi novel.
Judul : Adversity Quotient, Mengubah Hambatan Menjadi Peluang
Penulis : Paul G. Stoltz (Alih Bahasa: T. Hermaya)
Tanggal Terbit : Desember 2007 (cetakan 7)
Penerbit : PT. Grasindo
Tebal Halaman : 430 hlm
Buku AQ ini mengajarkan bagaimana cara menghadapi tantangan dan membangun keberanian untuk terus mengembangkan diri. Menariknya, dalam buku ini dipaparkan beragam fakta, ilustrasi, serta penelitian ilmiah yang mendukung setiap ulasan yang dipaparkan. Di pertengahan bab, Anda akan menemukan "Adversity Response Profile" yang mampu memaparkan apakah Anda seorang Quitter, Camper, atau Climber. Secara umum, Quitter adalah orang yang memilih untuk keluar, menghindari kewajiban, mundur, dan berhenti. Camper adalah orang-orang yang berkemah, tidak mau mengambil resiko tinggi, dan nyaman dengan tempatnya bersembunyi. Sedangkan climber, adalah seseorang yang seumur hidupnya membaktikan diri pada pendakian, terus mengalami pertumbuhan dan perbaikan diri tanpa menghiraukan umur, ras, cacat, atau hambatan lainnya dalam menghalangi pendakiaannya; di tengah arus kehidupan yang selalu berubah.
Dalam isian yang tersedia, Anda akan diantarkan pada beberapa pemikiran yang selama ini Anda miliki. Pemikiran tersebut berpengaruh pada tingginya AQ Anda, yang mencangkup CO2RE (Kontrol, Asal usul dan pengakuan, Jangkauan, dan Daya Tahan).
Buku ini pun bagai sebuah batu yang menganjur. Di dalam buku AQ ini diberi alat, suatu rangkaian yang memiliki dasar ilmiah untuk secara tetap mengulang-ulangi keterampilan Anda dalam merespon kesulitan, dan yang memiliki daftar panjang tentang manfaat-manfaat yang bisa mengubah hidup Anda. Untuk melewati batu yang menganjur di jalur pendakian Anda, Anda bisa mengambil manfaat dengan pemikiran seorang pemula, seperti seorang bayi yang sedang mencoba berjalan. Seperti berjalan, menggunakan rangkaian LEAD (Listen, Exploring, Analyze, Do) membutuhkan usaha yang sadar dan mengubah pemikiran dan tingkah laku yang membangun.
Disamping itu, untuk menghentikan pola otak Anda yang menganggap sesuatu akan menjadi sebuah bencana, Anda harus menghentikannya selama dalam perjalanannya. Anda bisa menciptakan interupsi neurologis ini dengan memanfaatkan teknik-teknik pada Stoppers, beberapa teknik dalam dua kategori- Perintang dan Pembingkai Ulang.
Melalui pembelajaran rangkaian LEAD yang semakin sering diterapkan, diri Anda maupun orang-orang yang Anda bimbing akan dapat belajar bagaimana memutus pola-pola destruktif dan menghadapi tantangan hidup dengan tekad yang baru.
Judul : Spiritual Creativepreneur
Penulis : M. Arief Budiman
Tanggal Terbit : Mei 2012 (cetakan 1)
Penerbit : PT Tiga Serangkai
Tebal Halaman : 218 hlm
Seorang CEO PT. Petakumpet Creative Network, M. Arief Budiman, telah berhasil merangkum ilmu dan pengalamannya pribadi dalam mencapai kesuksesan menjalankan bisnis, dengan didasari pada agama islam pada buku berjudul "Spiritual Creativepreneur". Di awal bab, kita diarahkan untuk berikhtiar dalam menyonsong perjuangan dalam kebaikan. Bahwa membangun bisnis kreatif sebagai implementasi dari nilai-nilai auntentik islam bukanlah untuk mengumpulkan keuntungan, ROI, atau devisa negara; tetapi "untuk mengubah dunia". Sekaranglah waktunya.
Kita harus memiliki pondasi yang mendasar, bagaimana agar kita semua di negeri ini memulai aktivitas sehari-hari dengan niat untuk menjadi orang baik, alias tidak menjadi orang jahat. Paling top: Jadilah orang islam yang baik dan juga kreatif. Kesempatan, rezeki, dan kekuasaan pun akan mengikuti.
Lalu bagaimana mengawali semua ini, termasuk modal bisnis kita, mudah saja ternyata, awali dengan kesederhanaan karena hidup ini juga nantinya akan diakhiri dengan kesederhanaan. Bagi muslim, kesederhanaan itu adalah surat Al Fatihah. Dalam buku berwarna hijau ini, dengan runun dipaparkan makna dalam setiap ayat pada surat Al Fatihah, jika dipelajari lebih dalam, maka kita akan mengetahui betapa pentingnya bersandar pada Allah SWT, memohon bimbingan, petunjuk, dan menghadirkan cahaya menuntun pada kegelapan hidup kita.
Setelah modal dipupuk, bangun bisnis kreatif islami kita dengan fondasi yang kuat. Singkatnya, fondasi terkuat untuk setiap bisnis adalah keyakinan; iman. Mindset juga harus segera dibenahi, jangan biarkan diri kita tak mau repot-repot memajukan diri ataupun membangun sinergi dengan pihak lain.
Di bab ke-4, dipaparkan beberapa poin pemikiran penulis untuk menciptakan produk kreatif islami, diantaranya:
#1: luruskan niat (islam adl pangkalnya)
#2: jadilah autentik (menjadi diri sndiri)
#3: customer satisfaction (kepuasan konsumen)
#4: engkau konsumen pertama produkmu
#5: jangan berhenti berinovasi
#6: sederhanakan. sederhanakan
#7: heart sale bukan hard sale
"Rezeki itu seperti aliran air yang mengisi ember itu. Makin banyak kebaikan juga kerja keras kita, maka makin deraslah air yang mengalir. Jadi, bukan hanya kerja keras saja yang bisa bikin ember penuh, alias makin kaya. Tapi, juga amal kebaikan."
Pada pembahasan selanjutnya, kita akan digiring untuk memahami makna dari isra miraj yang ternyata dapat diterapkan dalam kehidupan termasuk kegiatan bisnis, yang intinya; sebuah bisnis sebelum mencapai tahapan sukses luar biasa, akan melalui tahapan diuji dengan permasalahan-permasalahan yang sifatnya horisontal, akan diuji dengan asas manfaat dan mudharatnya bagi lingkungan yang berada di sekelilingnya, yang mana ketika ujian-ujian bersifat horisontal ini sukses, barulah Allah akan mengangkat bisnis itu ke atas, vertikal; ke arah sukses luar biasa.
Membumikan logika langit (logika yang mengajak serta Kemahakuasaan Allah atas hukum alam yang tak terlihat). Kunci suksesnya sebangun dengan rukun islam yang selanjutnya dipaparkan penulis dengan beberapa ilustrasi dan pengalaman pribadi yang menarik, uraiannya terkait:
1. Syahadat (keyakinan)
2. Shalat (manajemen waktu)
3. Zakat (berbagi)
4. Puasa (menahan diri)
5. Haji (ikhlas)
Melangitkan ikhtiar bumi (logika akal). Ternyata Rukun Iman bukanlah sekedar hafalan semata, namun terkandung makna mendalam di setiap elemen-elemennya. Beberapa uraian lengkapnya dapat kita baca pada buku ini, dengan beberapa poinnya:
#1: Iman kepada Allah
#2: Iman kepada Malaikat-Nya
#3: Iman kepada Kitab-Kitab-Nya
#4: Iman kepada Rasul-Nya
#5: Iman kepada Hari Kiamat
#6: Iman kepada Qadha dan Qadar
"Yang kita perlukan hanyalah selalu berpegang teguh pada tonggak kokoh iman yang tersambung langsung ke arsy-Nya dan mengimplementasikannya dalam wujud Rukun Islam yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari kita"
"Kembangkanlah kemampuanmu setinggi mungkin sehingga Tuhan pun akan berkonsultasi denganmu, sebelum menentukan takdir-Nya untukmu" -M. Iqbal
Buku "Spiritual Creativepreneur" ini mampu mengubah mindset duniawi kita dalam mengarungi hidup khususnya apabila sedang antusias untuk menjalankan bisnis. Ternyata solusi dalam setiap permasalahan di dunia ini cukup mudah, kita hanya perlu mendasarinya dengan keimanan dan ilmu islam. Buku yang mampu mengingatkan kita akan pentingnya keimanan ini, dapat tersampaikan dengan baik karena didukung dengan beberapa ilustrasi yang mudah dipahami, beberapa pengalaman dan kisah nyata yang menggugah hati, serta pembaca pun diajak menyelami setiap kata-katanya yang indah, renyah, dan menarik.
Buku ini saya rekomendasikan agar segera Anda baca, dari sinilah fondasi hidup bisnis kita dapat berjalan baik untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Selamat Membaca..
Judul : Writerpreneurship
Penulis : Dwi Suwiknyo
Tanggal Terbit : Agustus 2014
Penerbit : Salma Idea
Tebal Halaman : 212 hlm
Sebagai penulis buku yang produktif, Dwi Suwiknyo kali ini menuliskan gagasan-gagasannya kepada pembaca dalam bukunya "writerpreneurship" agar dapat berkomitmen menjadi penulis. Disini kita tidak mempelajari lebih dalam tentang teknik menulis, tetapi fokus terhadap sikap mental untuk menjadi seorang penulis.
Diawal tulisan, kita digiring untuk memperbesar motivasi diri dalam menulis, motivasi itu sebaiknya kita dasari untuk kebaikan umat. Ketika mulai menggoreskan pena untuk menulis, maka tulisan tersebut hendaknya berisi gagasan jujur yang mampu kita dikuasai dengan baik, bukan sekedar menyusun atau copas.
"Jika di pikiran ada tarian imajinasi, maka ketulusan itu hanya ada di hati. Kombinasi ini yang rasa-rasanya senantiasa butuh dilatih. Tidak hanya untuk detik ini, tetapi sampai kita mati. Olah imajinasi, olah hati."
Demikianlah sedikit kutipan yang disampaikan penulis. Singkat kata, bisa menjadi penulis saja tidak cukup, namun kita juga harus selalu melibatkan emosi. Selain itu, penulis juga harus terus bersifat original dan signifikan (ori: kemurnian ide, sign: manfaat penting bagi orang lain), dan tulisannya mudah dipahami oleh pembaca.
Lalu bagaimanakah tahapan menulis yang mudah bagi yang belum terbiasa menulis, pertama, buat dulu rancangan naskah dan batasan materi tiap bab; kedua, mulai menulis dari bab per bab; ketiga, revisi naskah; keempat, coba berikan kepada pembaca pertama untuk mendapatkan masukan, dan jika sudah fix, maka segera kirim ke penerbit ya..
Selain itu, pahami juga tipe penerbit yang kita tuju, karena setiap penerbit tidak selalu memiliki kriteria yang sama, dan jika memungkinkan, self publising bisa menjadi solusi agar tulisanmu bisa segera dibukukan (setelah mempersiapkan pasar pembaca sendiri).
Di lain hal, kita juga harus senantiasa memperhatikan bagaimana cara kerja suatu penerbit untuk memikat hatinya (memperhatikan apa keunggulan buku dan potensi pasar), memahami fee dari tulisan kita, memperhatikan hak cipta karya, dan keorisinalan serta kualitas tulisan.
"Tak lelah menulis, meski harus berhadapan dengan penolakan, meski harus merevisi tulisan berulang-ulang, meski dihantui rasa malas dan kebosanan."
Berjuanglah sampai buku terbit, meski naskah yang kita kirim ke penerbit belum tentu langsung diterima, tetapi tetap bersemangatlah untuk terus menulis, apapun yang terjadi tetap menulisnya.. (red)
Untuk mengembangkan dan produktif dalam menulis, kita juga sebaiknya gemar untuk mengikuti kompetisi-kompetisi menulis, atau rajin menulis blog. Dengan rajin menulis di blog, kita jadi terbiasa menulis. Itu yang terpenting. Jangan suka menunda dan buat jadwal yang rutin, selalu rajin baca termasuk baca buku yang lagi hits (mungkin bisa nambah ide tulisan agar unik dan disukai pasar).
Apabila ingin menjadi writerpreneur, tempatkan diri kita untuk menekuni dunia tulis menulis dengan sungguh-sungguh, berani mengambil aktivitas menulis sebagai pengisi waktu kita, bahkan hidup kita. Ciri dari writerpreneur mudah saja untuk dilihat, dia telah mendapat pengakuan dari industri publikasi dan mendapatkan fee dari aktivitasnya menulis, dan pihak publisher-lah yang memesan tulisannya duluan.
Simak juga ciri-ciri penulis (bakal) sukses, diantaranya:
a. Peka dengan hal" kecil yang diremehkan orang lain
b. Suka mencari sudut pandang lain dari tiap masalah
c. Rajin bertanya, bergegas mencari jawaban
d. Selalu belajar
e. Fokus pada karya, bukan popularitas
f. Menjadikan siapapun gurunya
g. Dimanapun menjadi ruang belajarnya
h. Suka berbagi pengetahuan baru
i. Punya perpustakaan pribadi
j. Rajin menulis setiap hari
"Ingatlah selalu ya, penulis yang gagal itu bukan penulis yang kalah lomba, juga bukan penulis yang naskahnya ditolak penerbit. Tetapi penulis yang gagal itu kalau ia memutuskan untuk berhenti menulis".
Melalui buku ini, kita akan memahami bagaimana tahapan menjadi seorang writerpreneur (berprofesi sebagai penulis), bukan berarti kita berfokus pada fee, tetapi lebih pada semangat untuk menjadi penulis andal yang profesional, mampu menemukan jati diri melalui menulis, sekaligus tulisannya dapat diandalkan oleh media serta pembaca.
Disamping isi buku yang sangat memotivasi dan layout tulisan yang eye catching, gaya bahasanya pun sangat menyenangkan untuk dibaca, apalagi disertai beberapa contoh tulisan yang mendukung. Hanya saja, bab per bab dalam buku dibagi menjadi subbab yang cukup banyak. Pada topik "publisher" misalnya, pembahasannya dipaparkan dalam beberapa subbab yang berbeda. Apabila subbab yang dipaparkan bisa dirangkum lebih padat, mungkin akan lebih mudah dan runut untuk dipahami secara keseluruhan.
Selamat Membaca..
Judul : Resep Cespleng Menulis Buku Best Seller
Penulis : Edy Zaqeus
Tanggal Terbit : September 2015 (cetakan 1 & 2)
Penerbit : Gradien Books
Tebal Halaman : 183 hlm
Berhasil menjadi penulis best seller adalah dambaan bagi setiap pengarang atau penulis. Agar mampu menulis buku best seller, maka tentunya penulis harus memiliki motivasi dan produktivitas dalam menulis. Jika kita mampu menulis buku best seller, maka dengan sendirinya motivasi kita untuk menulis akan semakin besar dan mempengaruhi produktivitas dalam menghasilkan karya-karya selanjutnya.
Dalam buku yang ditulis oleh Edy Zaqeus ini dengan rinci memaparkan bagaimana potensi kita sebagai penulis, bagi semua orang tidak terkecuali. Mengapa demikian, karena semua orang berbakat menulis, tinggal bagaimana motivasi kuat yang dimiliki. Lalu bagaimana jika kita adalah orang yang sibuk, untuk menulis saja rasanya tidak sempat. Namun jika merujuk dari buku ini, ternyata menulis bisa kita lakukan dalam berbagai keadaan, dengan teliti setiap celah kegiatan dan menemukan waktu luang, menggali gagasan secara simultan saat sedang mengerjakan hal lain, dan senantiasa membuat komitmen waktu untuk menulis.
Dalam buku ini juga dipaparkan, beberapa pengalaman sang penulis dan rekan-rekannya sesama penulis, memilih tema buku yang sesuai dengan apa yang kita kuasai, menambang ide dalam segala aktivitas (flow), menyusun tulisan hingga cara menerbitkannya, maupun beberapa jenis buku yang patut dipertimbangan disaat menyusun naskah (buku jenis kumpulan tulisan, buku tanya jawab, fast book).
Dari halaman per halaman kita dapat memahami dengan mudah apa yang disampaikan oleh penulis, hal ini juga didukung dari gaya bahasa yang enak dibaca, pengalaman-pengalaman yang memotivasi, serta data-data pendukung yang relevan. Buku ini patut Anda baca, khususnya bagi yang berminat menjadi penulis best seller meski dalam keseharian yang cukup sibuk.