Tampilkan postingan dengan label Science. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Science. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Mei 2015

Inilah Asal Warna-Warni Daun

INILAH ASAL WARNA-WARNI DAUN

Seberapakah jeli kita mengamati segala macam warna dalam setiap tanaman dan hewan yang ada di halaman rumah? Jika kita renungi sejenak, tampak jelas dimana kupu-kupu yang terbang dengan sayap warna-warni bermembrannya, keindahan bunga yang bermekaran, maupun menjulangnya pohon-pohon dengan daunnya yang hijau segar. Tentu saja karya seni ini milik Allah SWT yang menjadi pencipta dari semua makhluk hidup.

Kali ini mari bersama-sama membahas lebih dalam tentang warna daun yang sudah tidak asing dalam penglihatan kita. Daun merupakan salah satu organ penting yang berperan dalam proses fotosintesis. Proses fotosintesis tidak dapat berlangsung tanpa adanya zat hijau daun dalam proses perombakan karbon dioksida dan air menjadi oksigen dan karbohidrat. Warna hijau pada daun ini berasal dari pigmen warna daun yang disebut klorofil (chlorophyll). Klorofil merupakan sebuah pigmen yang terkandung dalam kloroplas yang tersebar dalam sitoplasma sel-sel tanaman. Pigmen-pigmen ini menyerap cahaya yang berasal dari matahari dengan mudah, tetapi hanya memantulkan warna hijau. Namun, di daerah beriklim sedang, daun pada beberapa jenis tanaman memiliki warna selain hijau pada musim tertentu. Umumnya, warna hijau daun dapat berubah menjadi kuning, orange, ataupun merah. Bagaimana bisa?


Di dalam sel tumbuhan terdapat bintik-bintik pigmen pembawa zat warna yang disebut dengan chromatophere. Selain mengandung chlorophyll, sel daun juga mengandung sejumlah pigmen penyusun warna daun, seperti: xanthophylls (memberi pigmen warna kuning), carotenoids (penyusun pigmen warna kuning, orange, dan coklat), anthocyanins (penyusun warna merah dan violet), maupun tannins (memberikan warna kuning keemasan). Namun warna hijau pada klorofil demikian kuat sehingga warna lain tidak terlihat. Oleh karena itu warna-warna yang umum dalam dunia tanaman adalah hijau atau nuansa warna hijau.

Meski demikian, perubahan terjadi di daerah beriklim sedang pada siang hari, dengan kondisi udaranya yang hangat (15-20°C) mendukung proses fotosintesis secara optimal. Timbunan gula asimilat (hasil proses fotosintesis) yang telah dihasilkan tidak semuanya dapat ditransport ke jaringan tanaman pada malam harinya karena dinginnya cuaca di malam hari, sehingga menyebabkan jaringan floem (jaringan pendukung transportasi asimilat) menutup secara perlahan, timbunan gula pun meningkat dan memacu pembentukan anthocyanins. Ketika panjang hari penyinaran menyusut dan malam hari bertambah panjang, maka dapat mengurangi produksi klorofil, dan sejumlah pigmen daun lainnya mulai terbentuk sehingga warna daun yang sebelumnya berwarna hijau menjadi berwarna-warni.

Lalu bagaimana jika daun-daun mulai berjatuhan dari rantingnya? Inilah proses alamiahnya, setelah tanaman mengalami berbagai perubahan suhu lingkungan termasuk udara yang dingin; kekuatan ranting, dahan, maupun batang tanaman perlahan semakin melemah, hal ini menyebabkan kerusakan pada daun dan mulailah berguguran. Daun yang jatuh dari pohonnya terdekomposisi di tanah dan menjadi humus. Humus berfungsi dalam menyuburkan tanaman di sekitarnya serta menjadi makanan bagi organisme lain.


Dari sinilah kita pun semakin paham, segala ciptaan warna dari Sang Pencipta menambah daya imajinasi dan kreativitas manusia sendiri. Coba pikirkan, betapa banyak pelukis yang terus berkreasi dengan kuas untuk mengisi warna kanvasnya; jika ingin mengecat rumah, kini kita hanya perlu memilih ratusan macam warna yang disediakan dalam katalog cat di toko bangunan; dan jika Anda seorang progammer, pasti sudah paham betul soal perancangan halaman web dengan mengotak-atik kode warnanya. Semua warna yang dihasilkan manusia hanyalah tiruan dari aslinya yang terdapat di alam. karena Allah adalah asal dari segala sesuatu, dan semua warna yang menggambarkan makhluk-makhluk hidup di muka bumi adalah ciptaan-Nya.

Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.” (Q.S. Faathir, 35: 27)





Referensi:
blog.nwf.org/2014/09/why-leaves-fall-from-trees-in-autumn/ diakses tanggal 14 Mei 2015.
www.na.fs.fed.us/fhp/pubs/leaves/leaves.shtm diakses tanggal 14 Mei 2015. 
www.rudiyanto.net/2013/09/proses-perubahan-warna-pada-daun.html diakses tanggal 12 Mei 2015.
Yahya, Harun. 2003. Kesempurnaan Seni Warna Ilahi. Published by www.alfithrahgp.com

Mei 13, 2015

Selasa, 12 Mei 2015

Akademi Militer dalam Sistem Imunitas Tubuh

AKADEMI MILITER DALAM SISTEM IMUNITAS TUBUH

Apakah kalian masih ingat fungsi kelenjar timus yang dijelaskan oleh guru biologi? Kelenjar yang tumbuh pada awal kelahiran dan menyusut setelah pubertas. Jika masih lupa atau tidak pernah mendengarnya, mari kita bersama-sama belajar lebih dalam tentang pengertian timus dan manfaat tersembunyi dibalik penciptaannya. 

Awalnya, kelenjar timus dianggap tidak memiliki fungsi sama sekali. Namun ternyata anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Bagaimana bisa?



Timus (Thymus) adalah kelenjar berwarna abu-abu merah muda yang terletak di daerah dada bagian atas, di bawah sternum atau tulang dada. Pada bayi baru lahir, kelenjar ini lebih besar dibandingkan pada saat dewasa. Kelenjar timus terus tumbuh sampai pubertas dan kemudian mengalami involusi, timus mulai menyusut ukurannya. Kelenjar timus sangat aktif selama masa kanak-kanak, yang memainkan peran penting dalam mengembangkan dan meningkatkan sistem imunitas tubuh. Ilustrasinya, di dalam sistem acquired immunity memiliki regu-regu pasukan yang bekerja menurut bidangnya masing-masing. Ada regu eksplorasi, regu pembuat senjata, regu pembunuh (tempur), pasukan pelayan, dan regu penyerbu. Namun yang menjadi fokus pembicaraan kali ini yaitu regu pembunuh.

Sel-sel darah putih yang diproduksi dan terbentuk di dalam medulla (tulang sumsum) dan sengaja dikirim ke akademi militer yang bernama kelenjar timus untuk mengikuti progam pendidikan dan pelatihan. Setelah lulus, sel-sel darah putih menyandang pangkat “sel terlatih”. Di akademi militer ini, sel darah putih yang dikeluarkan untuk kepentingan perang belajar dua materi pokok: mengidentifikasi diri sendiri dan kawan, dan mengidentifikasi lawan yang membawa penyakit.

Sel darah putih terlebih dahulu dihadapkan dengan ratusan ribu protein maupun unsur-unsur penyebab penyakit, yang kemudian dilatih untuk mengidentifikasinya agar menyerang atau tidak. Selanjutnya sel-sel darah putih melalui tahap ujian, pada tahap ini satu per satu diuji mengenai kedua materi yang telah diajarkan sebelumnya. Bagi yang tidak lolos ujian, dilarang meninggalkan akademi dan dimusnahkan, karena jika keluar ke dalam darah maka akan sangat mungkin bagi dirinya untuk menyerang atau menghancurkan tubuh yang membentuknya. Selain berperan dalam melindungi tubuh dengan memproduksi antibodi yang menghentikan invasi agen-agen asing, bakteri, dan virus; sel-sel darah putih juga menjamin berfungsinya sistem tubuh, menjaga keausan organ, serta mencegah pertumbuhan abnormal sel-sel.

Setelah lewat usia pubertas, akademi militer (kelenjar timus) akan mewariskan ilmu pengontrol dan pengatur kerja sel darah putih kepada sel darah putih yang lulus ujian dan berpangkat sel terdidik, sehingga sel yang baru lulus ujian tersebut bisa melakukan tugasnya menularkan ilmu ini kepada generasi sel darah putih berikutnya.

Pada umumnya, saat individu tumbuh lebih tua dan telah beranjak usia tujuh puluhan, kelenjar timus menyusut dan digantikan oleh jaringan lemak. Kemampuan sel darah putih pembunuh pun mulai melemah dan menghancurkan unsur-unsur kawan sendiri, termasuk menghancurkan sebagian sistem tubuh, dan organ-organnya. Pada usia ini kita banyak melihat penyakit mulai muncul dan merajalela, seperti radang persendian, penyakit-penyakit ginjal, dan sebagainya yang diakibatkan menurunnya sistem imunitas tubuh dan hilangnya kontrol terhadap kinerja sel pembunuh. 

Inilah salah satu hal menarik yang mungkin tidak semua orang menyadari manfaat bahkan peran kelenjar timus yang vital dalam proses perkembangan tubuh manusia. Semakin maju ilmu pengetahuan, maka semakin jauh pula kita mengerti sisi-sisi kemukjizatan ayat-ayat Allah yang menunjukkan kebesaran Sang Maha Pencipta.

Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah” (Q.S. As Sajdah, 32: 7)












Referensi:
A, Yusuf. 2008. Seri Kemujizatan Al Quran dan Sunnah, Kemujizatan Manusia dalam Al Quran dan Sunnah. Yogyakarta: Sajadah_press.
Budisma.net/2014/10/apakah-fungsi-kelenjar-timus.html diakses tanggal 11 Mei 2015
www.cancer.org/cancer/thymuscancer/detailedguide/thymus-cancer-what-is-thymus-cancer diakses tanggal 11 Mei 2015



Mei 12, 2015

Jumat, 13 Januari 2012

Bagaimana Memperoleh Anak Laki-Laki atau Perempuan?


BAGAIMANA MEMPEROLEH ANAK LAKI-LAKI ATAU PEREMPUAN ?


 
Kita tidak lahir begitu saja tanpa adanya proses perkembangan manusia sebagai individu laki-laki atau perempuan, lalu bagaimana metode fisikal untuk memperoleh anak laki-laki atau perempuan? Dalam kaitannya ditemukan jawaban awal atas permasalahan ini dalam disiplin zoologi. Dalam kasus beberapa hewan, sekresi sperma jantan bersifat alkaline (zat kimia yang menetralisir asam), sedangkan sekresi hewan betina bersifat asam. Ketika kedua sperma bertemu dan keasaman yang dimiliki sperma betina lebih dominan daripada alkaline yang ada pada sperma pejantan, maka kesempatan membuahi ovum hanya tersedia bagi spermatozoa jenis betina, dan tidak ada kesempatan bagi spermatozoa jenis jantan. Dengan kata lain, ketika sifat keasaman yang merupakan karakteristik perempuan lebih dominan, maka anak yang dihasilkan adalah perempuan, akan tetapi ketika alkali yang merupakan karakteristik laki-laki lebih dominan, maka anak yang dihasilkan adalah laki-laki.

Prof. Sa’id Hafidz, seorang muslim berkebangsaan Mesir yang telah meneliti hubungan antara sperma laki-laki dan perempuan selama 10 tahun dengan menggunakan mikroskop elektronik dan komputer menjelaskan bahwa sperma laki-laki berkarakter alkali, dan sperma perempuan berkarakter asam. Ketika kedua sperma bertemu, dan sperma perempuan lebih dominan daripada sperma laki-laki dan yang aktif adalah keasaman, melebihi gerakan spermatozoa yang membawa karakteristik perempuan dalam pembuahan ovum, maka anak yang akan dilahirkan adalah perempuan, dan sebaliknya.

Inilah sunnatullah dalam menentukan jenis kelamin laki-laki dan perempuan, dalam hadis Rasulullah yang diriwayatkan Ibnu Katsir:
“Jika air (sperma) laki-laki mendominasi air (sperma) perempuan, maka dengan izin Allah, anak yang dilahirkan akan berjenis kelamin laki-laki, sedangkan jika air (sperma) perempuan yang mendominasi air (sperma) laki-laki, maka dengan izin Allah anak yang dilahirkan akan berjenis kelamin perempuan.” (HR. Muslim dengan status shahih)

Namun, ketentuan ini tergantung pada kekuasaan Allah, bukan pada kemampuan para dokter.  




Notes:
A, Yusuf. 2008. Seri Kemujizatan Al Quran dan Sunnah, Kemujizatan Manusia dalam Al Quran dan Sunnah. Yogyakarta: Sajadah_press.


Januari 13, 2012

Senin, 09 Januari 2012

Darimana Sel-Sel Ini?


DARIMANA SEL-SEL INI?


Seluruh makhluk hidup di muka bumi memiliki struktur anggota tubuh yang sempurna, semua tersusun sangat detail sehingga kemampuannya untuk bertahan hidup dapat berjalan dengan baik. Semua itu tidak terlepas dari suatu bagian yang amat kecil yaitu sel. Sel-sel akan berkelompok dengan tugas yang sama membentuk organ-organ pada bagian-bagian yang berbeda. Tubuh manusia sendiri terdiri atas sel-sel berukuran hampir 1/1000 mm3 (seperseribu milimeter kubik). Dari kumpulan sel tersebut akan terbentuk tulang, syaraf, hati, bagian dalam lambung, kulit, dan lapisan-lapisan lensa mata kita. Masing-masing sel ini memiliki sifat dan karakter khusus dan penting. Baik dalam hal bentuk, ukuran, maupun jumlahnya.

Lalu sel-sel yang luar biasa pentingnya ini bagaimana dapat tersusun dengan sangat teratur dan dengan jumlahnya yang mencapai 100 triliun ini dapat berkembang? Tenyata awal mula sel-sel ini berasal dari satu sel saja. Sel ini memiliki sifat dan karakter yang sama dengan sel-sel tubuh kita yang lainnya yang berasal dari hasil peleburan antara sel telur ibu dengan sel sperma ayah. Ternyata awal kehidupan dari tubuh manusia yang terdiri dari 60-70 kg daging dan tulang ini, hanyalah berasal dari setetes air. Proses perkembangan tubuh manusia ini berlangsung sangat kompleks, di mana akhirnya tubuh tersebut memiliki akal, pendengaran, penglihatan, dan lain-lain. Ini adalah fenomena luar biasa. Tak diragukan lagi bahwa perubahan dan perkembangan seperti itu mustahil terjadi begitu saja sebagai hasil sebuah proses kebetulan. Lebih tepat berulang, serta dialami oleh setiap manusia. Di sinilah ada kekuasaan Allah yang tak terbatas dan Dialah sebaik-baik pencipta.




Sperma adalah air mani laki-laki dan perempuan yang menetes kemudian bercampur. Ketika spermatozoa laki-laki sudah masuk dan membuahi ovum perempuan, maka pintu rahim akan terkunci dan tidak memberikan izin masuk lagi bagi spermatozoa yang lain. Dan ketika proses ini selesai, maka mulailah proses penciptaan manusia, dan inilah fase pertama dari sekian fase yang bakal dilalui manusia dalam penciptaannya.

Dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman:
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).” (Q.S. Al-Mu’minun, 23:12-13)   

Nuthfah atau mani dalam bahasa Arab berarti qathrah, yaitu tetes bejana. Ia adalah cairan yang di dalamnya menetap segala sesuatu. Semua sifat manusia ditetapkan dan ditentukan kadarnya dalam sperma ini. Allah SWT berfirman:
Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya? Dari apakah Allah menciptakannya? Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya.” (Q.S. ‘Abasa, 80:17-19)

Al-Qur’an juga menjelaskan kepada kita:
Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita. Dari air mani, apabila dipancarkan.” (Q.S. An-Najm, 53:45-46)

Siapakah Dzat selain Allah yang memberitahukan kepada Muhammad bahwa sperma mengandung sifat-sifat turunan (gen) di dalamnya, sementara fakta ini baru terungkap setelah diluncurkannya mikroskop elektronik pada dekade 40-an, atau sekitar setengah abad lebih setelah mikroskop biasa ditemukan.

Dengan kata lain, para ilmuwan baru mengetahui bahwa jenis kelamin, pria dan wanita telah ditetapkan dalam sperma ini, yakni pada awal abad 20, padahal Al-Qur’an yang diturunkan 14 abad silam telah menetapkan hal ini dengan sangat gamblang dan jelas.




Notes:
A, Yusuf. 2008. Seri Kemujizatan Al Quran dan Sunnah, Kemujizatan Manusia dalam Al Quran dan Sunnah. Yogyakarta: Sajadah_press.

Januari 09, 2012

Selasa, 03 Januari 2012

Kulit yang Ternyata Kesakitan


KULIT YANG TERNYATA KESAKITAN


Kulit merupakan organ yang esensial dan vital, selain itu sangat kompleks, elastis, sensitif, bervariasi pada keadaan iklim, umur, jenis kelamin, ras dan juga bergantung pada lokasi tubuh. Kulit mempunyai berbagai fungsi diantaranya memungkinkan bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan, indera perasa, sebagai barier infeksi, mengontrol suhu tubuh, eskresi dan metabolisme.

Secara anatomi, kulit adalah suatu organ pembungkus seluruh permukaan luar tubuh, yang merupakan organ terberat dan terbesar dari tubuh. Seluruh kulit beratnya sekitar 16% berat tubuh, pada orang dewasa sekitar 2,7-3,6 kg dan luasnya sekitar 1,5-1,9 meter persegi. Tebalnya kulit bervariasi mulai 0,5 mm sampai 6 mm tergantung dari letak, umur dan jenis kelamin. Secara embriologis kulit berasal dari dua lapis yang berbeda, lapisan luar adalah epidermis yang merupakan lapisan epitel berasal dari ectoderm sedangkan lapisan dalam yang berasal dari mesoderm adalah dermis atau korium yang merupakan suatu lapisan jaringan kuat.

Epidermis
Epidermis adalah lapisan luar kulit yang tipis dan avaskuler. Terdiri dari epitel berlapis gepeng bertanduk, mengandung sel melanosit, Langerhans dan merkel. Memiliki fungsi sebagai proteksi barier, organisasi sel, sintesis vitamin D dan sitokin, pembelahan dan mobilisasi sel, pigmentasi (melanosit) dan pengenalan  alergen (sel Langerhans).

Dermis
Dermis merupakan bagian yang paling penting di kulit yang sering dianggap sebagai “True Skin”. Terdiri atas jaringan ikat yang menyokong epidermis dan menghubungkannya dengan jaringan subkutis. Fungsinya sebagai struktur penunjang, mechanical strength, suplai nutrisi, menahan shearing forces dan respon inflamasi.

Subkutis
Subkutis (subcutaneous tissue) merupakan lapisan di bawah dermis atau hipodermis yang terdiri dari lapisan lemak. Lapisan ini terdapat jaringan ikat yang menghubungkan kulit secara longgar dengan jaringan di bawahnya. Fungsinya menunjang suplai darah ke dermis untuk regenerasi, melekat ke struktur dasar, isolasi panas, cadangan kalori, kontrol bentuk tubuh dan mechanical shock absorber.



Fungsi terpenting yang dibebankan pada kulit adalah merasakan segala sesuatu yang mengenainya, dari sentuhan, (sengatan) panas, hingga rasa sakit. Hal itu dikarenakan adanya titik-titik perasa yang muncul dan mencapai ujung lymhoid syaraf. Jumlah titik-titik perasa ini dalam setiap satu sentimeter persegi kulit berbeda satu sama lain, sesuai dengan kondisi lahan dalam menerima perasaan. Titik perasa terbanyak berada di jari-jari. Dari titik-titik ini, rasa kemudian berpindah ke lymhoid-lymhoid syaraf, lantas ke serat-serat, hingga akhirnya sampai ke pusat-pusat syaraf sentral yang kemudian memproses dan mengenali gejala-gejalanya. Jadi, hanya kulit saja yang menjadi sumber rasa sakit, sementara yang lain tidak.

Hal tersebut ternyata telah diterangkan Allah SWT dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. An-Nisa’, 4:56)

Syaikh az-Zindani mengatakan: Sebelumnya, umat manusia beranggapan bahwa tubuh manusia secara keseluruhan memiliki fungi perasa (yang sensitif). Sehingga bagian manapun tubuh yang kamu pukul pasti ia akan merasa sakit, baik itu di kepala, mata, ataupun yang lainnya. Anggapan ini tetap berlaku sampai munculnya ilmu anatomi tubuh yang membawa bukti baru, bahwa tidak semua tubuh manusia memiliki fungsi perasa, namun hanya kulit saja yang merupakan sumber rasa. Buktinya, jika kita membawa jarum (infus misalnya) dan menusukkannya di tubuh seseorang, maka setelah jarum itu menembus kulit dan sampai daging rasa sakitnya pun hilang. Mereka lantas mengkonfirmasikan hal itu dengan melakukan pengujian di bawah mikroskop. Di sini mereka menemukan bahwa urat-urat syaraf terpusat di kulit, dan syaraf-syaraf perasa sangatlah banyak sekali dan beraneka ragam, di antaranya syaraf perasa rabaan/sentuhan, syaraf perasa telanan, syaraf perasa panas, dan syaraf perasa dingin. Bahkan syaraf-syaraf perasa panas dan dingin hanya terdapat di kulit. Sehingga ketika orang kafir kelak disiksa pada hari kiamat dengan dibakar kulit mereka.

Ketika belum ada bukti-bukti konkret mengenai hal ini, ancaman siksaan dengan dibakar kulitnya pun menjadi problem tersendiri bagi orang mukmin. Sebab, kaum atheis, penentang Tuhan mengatakan, “ Untuk apa takut pada api neraka, apalagi jika hanya membakar kulit! Sebab jika api sudah memakan kulit, maka kami akan bebas bersantai.”

Namun ternyata Allah sudah memberikan jawaban guna membuka rahasia dan memberikan peringatan pada orang-orang kafir: “Sesungguhnya orang-orang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Dapat kita perhatikan di sini, bahwa ketika Allah memberitahu bahwa kulit orang-orang kafir kelak akan diganti dengan kulit lain supaya mereka merasakan siksa neraka, maka ketika memberitahukan siksa yang akan diterima perut orang-orang yang memakan api neraka, Allah ternyata tidak mengganti perut mereka dengan perut yang lain, melainkan membiarkan api tersebut memotong-motong usus mereka. Allah SWT berfirman:
“Sebagaimana orang yang kekal di neraka. Mereka diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya.” (Q.S. Muhammad, 47:15)

Mengapa di sini usus-usus mereka diputus? Secara otomatis mereka menemukan bahwa dalam usus tidak ditemukan adanya syaraf-syaraf perasa panas ataupun dingin. Oleh karena itu usus-usus mereka diputus, karena ketika usus-usus tersebut diputus dan api menjalar ke dalam isi perut, maka mereka akan merasakan siksa yang paling pedih, seolah-olah perut mereka ditusuk-tusuk dengan pisau.

Di sini Allah menjelaskan tentang sesuatu yang ada pada kulit, lalu menjelaskan tentang sesuatu yang ada pada perut (lambung) dan usus. Penjelasan seperti ini tidak akan mungkin muncul kecuali dari orang-orang yang mengetahui rahasia-rahasia anatomi kulit dan rahasia isi perut.




Notes:
A, Yusuf. 2008. Seri Kemujizatan Al Quran dan Sunnah, Kemujizatan Manusia dalam Al Quran dan Sunnah. Yogyakarta: Sajadah_press.


Januari 01, 2012


Dibalik Ciptaan Tulang dan Persendian


DIBALIK CIPTAAN TULANG DAN PERSENDIAN
 


Baru-baru ini, sains modern menetapkan bahwa tulang mempunyai fungsi/peran sangat penting yang menentukan kelangsungan hidup manusia. Tulang mengandung segala hal yang dibutuhkan tubuh yakni fosfor, dan kalsium, serta mengatur proses pendistribusian zat-zat tersebut sedemikian rupa sehingga bisa ikut membantu denyutan-denyutan jantung dan gerakan-gerakan urat syaraf. Selain itu, tulang juga menghasilkan sel-sel darah merah dan sel-sel darah putih sepanjang kehidupan manusia dengan tanpa henti.

Dewasa ini, sains modern menetapkan pula bahwa kondisi tulang secara langsung ikut mempengaruhi sistem syaraf, sehingga ia memiliki andil intervensif pada kemampuan manusia untuk melahirkan dan menghasilkan keturunan. Dan fakta ini sudah dijelaskan Al-Qur’an 14 abad silam dalam menetapkan vitalitas dan urgensi tulang dalam fisiologi manusia.

Dijelaskan dalam surah Maryam, bahwa Nabi Zakaria as. pernah berdo’a kepada Allah agar dikaruniai seseorang anak meskipun istrinya mandul dan dia sendiri sudah berusia lanjut. Al-Qur’an mengingatkan peran tulang dalam melahirkan anak, Allah SWT berfirman:
“Ia berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo’a kepada Engkau, ya Tuhanku.” (Q.S. Maryam, 19:4)

Jumlah Sendi
Diriwayatkan dari A’isyah ra.: sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda:
“Sesungguhnya setiap manusia dari kalangan anak turun Adam diciptakan dengan 360 sendi. Barangsiapa yang bertakbir memahabesarkan Allah, bertahmid memuji Allah, bertasbih menyucikan Allah, dan beristighfar memohon ampunan kepada Allah, menyingkirkan batu dari jalanan, atau (menyingkirkan) duri atau tulang dari tengah jalanan, memerintahkan kebaikan, dan mencegah kemungkaran, sejumlah 360 sendi tersebut, maka hari itu ia telah berjalan sembari menjauhkan dirinya dari neraka.” (Shahih Muslim: 1007, 2/698)

Dalam riwayat lain Rasulullah saw. bersabda:
“Di dalam diri manusia terdapat 360 sendi, maka ia harus mengeluarkan shadaqah untuk tiap-tiap sendi dengan satu shadaqah.” (HR. Abu Dawud)

Dr. Hamid Ahmad Hamid menyebutkan dalam bukunya yang berjudul Rihlah Al-Iman fi Jism Al-Insan bahwa jumlah sendi dalam tubuh manusia sekitar 360 sendi sebagaimana yang ditetapkan Rasulullah saw.

Dr. Hamid menjelaskan adapun jumlah definitif persendian badan bisa kita hitung sebagai berikut:
Tulang belakang, memiliki 147 sendi: 25 sendi antartulang belakang, 72 sendi antara tulang belakang dan tulang rusuk dan 50 sendi antartulang belakang pada jalan makanan samping.
Dada, memiliki 24 sendi: 2 sendi antara tulang dada dan rongga dada, 18 sendi antara tulang dada dan kepala, 2 sendi antara tulang selangka dan belikat dan 2 sendi antara belikat dan tulang batang dada.
Bagian atas tubuh, memiliki 86 sendi: 2 sendi antara tulang bahu, 6 sendi antara tulang siku, 8 sendi antara tulang pergelangan tangan dan 70 sendi antara tulang-tulang tangan.
Bagian bawah tubuh, memiliki 92 sendi: 2 sendi tulang paha, 6 sendi antara tulang-tulang dua lutut, 6 sendi antara pergelangan kaki, 74 sendi antara tulang-tulang telapak kaki dan 4 sendi antara tulang lutut.
Daerah sekitar perut, memiliki 11 sendi: 4 sendi antara tulang ekor, 6 sendi antara tulang pinggul dan 1 sendi antara sambungan tulang kemaluan.
Jumlah keseluruhan adalah: 147+24+86++92+11=360




Semua sendi-sendi yang terdapat pada tubuh manusia ini mampu bergerak secara sistematis sehingga manusia sangat fleksibel dalam pergerakannya. Adapun sendi-sendi yang tertanam di antara tulang tengkorak tidak termasuk dalam sendi-sendi pergerakan bebas pada tulang-tulang manusia yang disebutkan tadi. Sendi juga dikenal dengan nama ‘sinovial arthritis’ (pelumas) karena mengandung cairan yang membantu pergerakan tulang tanpa membentur satu sama lain.

Sebagai contohnya adalah sendi paha (sendi peluru) berbentuk bola yang terdapat pada ujung tulang yang bulat yang memenuhi cekungan pada pinggang sehingga tulang paha mampu bergerak dengan sangat mudah ke arah manapun. Dan juga sendi yang terdapat pada tulang kering (sendi engsel) mampu memudahkan pergerakan keduanya secara fleksibel. Begitu juga sendi yang terdapat pada lutut yang bekerja sebagai rel sehingga memudahkan pergerakan kedua betis. 





Adapun ‘sliding arthritis’ adalah sendi-sendi permukaan yang saling bersentuhan dan mampu membuat tulang-tulang yang saling bertemu ketika bergerak ke arah samping dan arah depan  ke belakang. Sendi pada 2 tulang punggung atas (tulang punggung terdiri dari banyak ruas-ruas tulang yang saling bersambungan) mempunyai struktur khusus yang memungkinkan manusia memutar kepalanya dari samping ke arah lain dengan sangat mudah, karena sirkulasi pada ujung pada salah satu 2 ruas tulang punggung yang berbentuk bulat yang bersambungan di dalam cekungan pada ruas yang lain. Kerangka tulang pada manusia yang terdiri dari kombinasi berbagai tulang, disamping berguna untuk menopang tubuh, membentuknya, dan menjaga organ-organ lunak yang sangat sensitif, dia juga memberikan sandaran yang keras untuk otot sehingga mampu tegak. Jikalau tanpa sendi-sendi yang diberikan oleh Allah SWT untuk bergerak secara fleksibel, maka manusia tidak akan bisa bergerak bebas. Dan jikalau hanya ada satu saja sendi yang tidak berfungsi pada tubuh kita, maka kita akan merasakan sakit, nyeri, dan berbagai kesulitan yang sangat banyak ketika bergerak.

Kebenaran yang disabdakan Rasulullah saw. sangat mencengangkan karena pada masa itu ketika tidak mungkin seseorangpun menguasai ilmu yang paling mudah untuk menerangkan tubuh manusia atau pengetahuan dasar tentang jumlah tulang dalam kerangka manusia, juga jumlah sendi-sendi di dalamnya. Hadist ini diucapkan 1400 tahun yang lalu dalam lingkungan yang tidak memahami ilmu pengetahuan dan penelitian. Atas pengajaran dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Rasulullah saw. mampu memahami hal-hal ghaib seperti ini. Penyebutan masalah ini dalam hadist shahih yang dinisbatkan kepada Nabi saw. sebagaimana yang dikaji di atas merupakan bukti tersendiri atas kenabian dan kerasulan hingga hari kiamat.

Dalam hal ini, setiap ruas tulang menuntut untuk bersedekah, sebagai rasa syukur kepada Allah yang telah menciptakannya dan tugas ini mesti ditunaikan manusia pada setiap harinya. Artinya, paling tidak, setiap hari manusia harus bersedekah sebanyak 360 kali atas nama 360 ruas ini. Hal ini tentunya sangat berat dan sulit. Namun, Allah Yang Maha Pengasih dan Pemurah, melalui Rasulullah saw. menjelaskan bahwa tugas bersedekah sebanyak 360 kali itu cukup tergantikan oleh dua raka’at shalat Dhuha.

”Setiap salah seorang di antara kamu memasuki pagi harinya, pada setiap ruas tulangnya ada peluang sedekah, setiap ucapan tasbih (subhanallah) adalah sedekah, setiap hamdalah (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan la ilaha illallah) adalah sedekah, setiap takbir (ucapan Allahu akbar) adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, semua itu cukup tergantikan dengan dua raka’at dhuha.” (HR Muslim, hadits no. 720)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menetapkan waktu sholat Dhuha yaitu dimulai dari naiknya matahari setelah terbit sepenggalah atau seukuran tombak. Perkiraannya sekitar 12 sampai 15 menit setelah terbit dan diakhiri ketika matahari di atas kepala kita menjelang waktu Zhuhur sekitar 10 menit sebelum matahari tergelincir.



Notes:
A, Yusuf. 2008. Seri Kemujizatan Al Quran dan Sunnah, Kemujizatan Manusia dalam Al Quran dan Sunnah. Yogyakarta: Sajadah_press.


Desember 29, 2011

Aktivitas Ternyata Dikendalikan!


AKTIVITAS TERNYATA DIKENDALIKAN!

Apakah kita sering berkata jujur atau justru sering berdusta? Ternyata berdusta, durhaka, dan berbagai sumber keputusan lainnya secara langsung dikendalikan oleh suatu bagian tubuh yang sangat berperan untuk membantu segala aktivitas kita setiap harinya, organ tersebut adalah otak manusia. Ada beberapa fakta ilmiah mengenai otak manusia yang berperan penting dalam mengendalikan tingkah laku manusia yang berhubungan dengan watak/karakter tersebut. Otak manusia mengandung beberapa cuping primer, diantaranya: 
1.  Cuping depan (frontal lobe).
2. Cuping belakang (occipitol lobe).
3. Cuping pelipis (temporal lobe).
4. Cuping dinding (parietal lobe).
Masing-masing cuping memiliki peran fungsional yang berbeda satu sama lain, dan pada waktu yang sama ia juga merupakan pengoptimal kinerja fungsi-fungsi tubuh yang lain.



Setelah dilakukan pembedahan bagian atas kening, ditemukan bahwa otak tersembunyi di belakang cuping depan. Berbeda dengan hewan, bagian yang bertanggung jawab atas perangai dan pembicaraan ini selalu berkembang dan menonjol dari segi anatomi dan fisiologi. Cuping depan otak adalah cuping besar yang terletak di depan garis pusat, dan ia memiliki 5 pusat syaraf yang berbeda-beda dari segi letak dan fungsinya, salah satunya seperti lapisan luar kening bagian depan (frontal cortex-pre), terletak di belakang kening, berbentuk menyerupai bagian terbesar cuping bagian terbesar cuping bagian depan otak. Fungsinya berhubungan dengan pembentukan karakter seseorang. Ia juga berperan dalam pembatasan inisiatif pengambilan keputusan. Karena selaput otak kening bagian depan terletak di belakang kening, maka ia bersembunyi di dalam ubun-ubun, maka dialah yang mengendalikan sebagian tingkah laku manusia yang berhubungan dengan watak/karakter, seperti jujur, berbohong, salah, benar, dan dialah yang membedakan antar sifat-sifat ini.

Dalam Al-Qur’an ternyata Allah SWT telah mengungkap rambut ubun-ubun untuk menunjukkan sifat dari Abu Jahal yang suka berdusta dan durhaka.

“Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun yang mendustakan lagi durhaka.” (Q.S. Al’Alaq, 96:15-16)

Dalam menafsiri ayat 15-16 surah al-Alaq, Al-Alusi menjelaskan (dalam tafsirnya, Ruh al-Ma’ani), kata ubun-ubun (nashiyah) yang pendusta di sini bukanlah ubun-ubun dalam arti sebenarnya (sering diartikan sebagai jambul), akan tetapi yang dimaksud di sini adalah makna majazi (metafore), yakni rambut ubun-ubun milik Abu Jahal yang suka berdusta dan durhaka, bukan rambut ubun-ubun dalam artian denotatif sebagai sumber dusta dan durhaka. Jadi menurut kalangan ahli tafsir, yang bohong dan durhaka bukan ubun-ubun, melainkan pemilik ubun-ubun. Dengan kata lain, karena seringnya ia berbohong dan durhaka, maka seluruh anggota tubuhnya pun seolah-olah berbohong dan durhaka. Al-Alusi melanjutkan mengapa hanya jambul saja yang disebut disini, jawabannya karena Abu Jahal yang terkutuk sangat gemar mengelus-ngelus jambul dan memberinya wangi-wangian. Alasan lain, karena penjambakan jambul adalah sesuatu yang paling hina atau rendah di kalangan orang Arab. Maka jambul orang-orang yang tidak sehaluan dengan Abu Jahal tentu bisa disifati dengan cap jujur dan benar.

Sejumlah studi elektronik atas otak dan studi fungsi elektromagnetik organ tubuh menjelaskan bahwa pasien dan hewan-hewan yang mengalami kerusakan cuping-cuping kening bagian depan, secara umum menderita penurunan kemampuan nalar. Riset juga mengungkap bahwa gangguan apapun yang terjadi pada cuping depan bisa merubah tingkah laku alamiah manusia, bahkan terkadang bisa memunculkan perilaku-perilaku jahat dan nista dalam standar akhlak.

Cuping-cuping kening bagian depan otak bisa dianggap sebagai pusat inisiatif untuk berbohong. Disitulah kegiatan akal yang berhubungan dengan kebohongan diproses. Kemudian setelah itu intruksi-intruksinya dibawa oleh organ tubuh pengirim di sela-sela pelaksanaan kebohongan tersebut. Perbuatan-perbuatan jahat juga diproses dalam cuping kening bagian depan, sebelum dibawa ke organ tubuh yang akan melakukan perbuatan tersebut. Selaput otak kening bagian depan yang tersembunyi dalam ubun-ubun bertanggung jawab terhadap tingkah laku yang salah karena ia adalah pusat pengendalian dan pembatasan berbagai tingkah laku manusia.

Ketika para ilmuwan syaraf mempelajari susunan syaraf di area sekitar atas dahi, mereka menemukan bahwa area tersebut tersusun dari tulang dahi (frontal bone), dan tulang ini berfungsi melindungi salah satu dari keempat cuping otak, yanng disebut dengan cuping depan dan cuping belakang. Dengan demikian, cuping otak bagian depan merupakan organ yang tersimpan di belakang dahi bagian atas. Cuping ini memuat seperlima pusat syaraf, diantaranya cortex bagian depan dahi yang merepresentasikan bagian terbesar cuping tersebut, dan cortex ini terletak di belakang dahi langsung, yakni tersembunyi di dalam ubun-ubun.

Ternyata apabila seseorang mengalami kerusakan cortex baik akibat serangan tumor ataupun kecelakaan dapat membuat seseorang kehilangan inisiatif dan pertimbangan. Ia juga akan menimbulkan beberapa perubahan emosional yang memancing perasaan euphoria (perasaan nyaman atau perasaan gembira yg berlebihan), selain bisa menghilangkan kepekaan seseorang terhadap realitas kemasyarakatan. Gangguan ini dapat pula menyebabkan perubahan perilaku seseorang. Ia menjadi tidak peduli, kehilangan rasa tanggung jawab, tidak mampu mengendalikan perilakunya, dan lain-lain. Cuping ini sangat penting bagi akal, karena berhubungan dengan akal/otak-otak lain, seperti pikiran, perasa, peraba, selain bertanggung jawab terhadap perilaku-perilaku yang salah, karena ia adalah pusat pengendalian dan kontrol.  

Jadi dapat kita lihat bagaimana sulitnya kalangan ahli tafsir tempo dulu dalam memahami makna harfiah ayat. Meskipun sebagian mereka telah menjelaskan bahwa bohong dan salah itu berkaitan erat dengan ubun-ubun, seperti Al-Alusi, Ibnu Katsir, Ar-Razi, namun hal tersebut belum diketahui oleh kalangan medis pada masa itu. Dan pengetahuan tentang fungsi ubun-ubun ini pun baru sempurna setelah diadakannya penelitian lebih mendalam dengan teknologi yang semakin modern.

Melalui Al-Qur’an, telah diberikan isyarat tentang fungsi cortex kening bagian depan yang tersembunyi di dalam ubun-ubun adalah pusat kebijakan manusia, sehingga kita mampu mengendalikan perilaku di kehidupan sehari-hari.




Notes:
A, Yusuf. 2008. Seri Kemujizatan Al Quran dan Sunnah, Kemujizatan Manusia dalam Al Quran dan Sunnah. Yogyakarta: Sajadah_press.


Desember 26, 2011