Selasa, 03 Januari 2012

Kulit yang Ternyata Kesakitan


KULIT YANG TERNYATA KESAKITAN


Kulit merupakan organ yang esensial dan vital, selain itu sangat kompleks, elastis, sensitif, bervariasi pada keadaan iklim, umur, jenis kelamin, ras dan juga bergantung pada lokasi tubuh. Kulit mempunyai berbagai fungsi diantaranya memungkinkan bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan, indera perasa, sebagai barier infeksi, mengontrol suhu tubuh, eskresi dan metabolisme.

Secara anatomi, kulit adalah suatu organ pembungkus seluruh permukaan luar tubuh, yang merupakan organ terberat dan terbesar dari tubuh. Seluruh kulit beratnya sekitar 16% berat tubuh, pada orang dewasa sekitar 2,7-3,6 kg dan luasnya sekitar 1,5-1,9 meter persegi. Tebalnya kulit bervariasi mulai 0,5 mm sampai 6 mm tergantung dari letak, umur dan jenis kelamin. Secara embriologis kulit berasal dari dua lapis yang berbeda, lapisan luar adalah epidermis yang merupakan lapisan epitel berasal dari ectoderm sedangkan lapisan dalam yang berasal dari mesoderm adalah dermis atau korium yang merupakan suatu lapisan jaringan kuat.

Epidermis
Epidermis adalah lapisan luar kulit yang tipis dan avaskuler. Terdiri dari epitel berlapis gepeng bertanduk, mengandung sel melanosit, Langerhans dan merkel. Memiliki fungsi sebagai proteksi barier, organisasi sel, sintesis vitamin D dan sitokin, pembelahan dan mobilisasi sel, pigmentasi (melanosit) dan pengenalan  alergen (sel Langerhans).

Dermis
Dermis merupakan bagian yang paling penting di kulit yang sering dianggap sebagai “True Skin”. Terdiri atas jaringan ikat yang menyokong epidermis dan menghubungkannya dengan jaringan subkutis. Fungsinya sebagai struktur penunjang, mechanical strength, suplai nutrisi, menahan shearing forces dan respon inflamasi.

Subkutis
Subkutis (subcutaneous tissue) merupakan lapisan di bawah dermis atau hipodermis yang terdiri dari lapisan lemak. Lapisan ini terdapat jaringan ikat yang menghubungkan kulit secara longgar dengan jaringan di bawahnya. Fungsinya menunjang suplai darah ke dermis untuk regenerasi, melekat ke struktur dasar, isolasi panas, cadangan kalori, kontrol bentuk tubuh dan mechanical shock absorber.



Fungsi terpenting yang dibebankan pada kulit adalah merasakan segala sesuatu yang mengenainya, dari sentuhan, (sengatan) panas, hingga rasa sakit. Hal itu dikarenakan adanya titik-titik perasa yang muncul dan mencapai ujung lymhoid syaraf. Jumlah titik-titik perasa ini dalam setiap satu sentimeter persegi kulit berbeda satu sama lain, sesuai dengan kondisi lahan dalam menerima perasaan. Titik perasa terbanyak berada di jari-jari. Dari titik-titik ini, rasa kemudian berpindah ke lymhoid-lymhoid syaraf, lantas ke serat-serat, hingga akhirnya sampai ke pusat-pusat syaraf sentral yang kemudian memproses dan mengenali gejala-gejalanya. Jadi, hanya kulit saja yang menjadi sumber rasa sakit, sementara yang lain tidak.

Hal tersebut ternyata telah diterangkan Allah SWT dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. An-Nisa’, 4:56)

Syaikh az-Zindani mengatakan: Sebelumnya, umat manusia beranggapan bahwa tubuh manusia secara keseluruhan memiliki fungi perasa (yang sensitif). Sehingga bagian manapun tubuh yang kamu pukul pasti ia akan merasa sakit, baik itu di kepala, mata, ataupun yang lainnya. Anggapan ini tetap berlaku sampai munculnya ilmu anatomi tubuh yang membawa bukti baru, bahwa tidak semua tubuh manusia memiliki fungsi perasa, namun hanya kulit saja yang merupakan sumber rasa. Buktinya, jika kita membawa jarum (infus misalnya) dan menusukkannya di tubuh seseorang, maka setelah jarum itu menembus kulit dan sampai daging rasa sakitnya pun hilang. Mereka lantas mengkonfirmasikan hal itu dengan melakukan pengujian di bawah mikroskop. Di sini mereka menemukan bahwa urat-urat syaraf terpusat di kulit, dan syaraf-syaraf perasa sangatlah banyak sekali dan beraneka ragam, di antaranya syaraf perasa rabaan/sentuhan, syaraf perasa telanan, syaraf perasa panas, dan syaraf perasa dingin. Bahkan syaraf-syaraf perasa panas dan dingin hanya terdapat di kulit. Sehingga ketika orang kafir kelak disiksa pada hari kiamat dengan dibakar kulit mereka.

Ketika belum ada bukti-bukti konkret mengenai hal ini, ancaman siksaan dengan dibakar kulitnya pun menjadi problem tersendiri bagi orang mukmin. Sebab, kaum atheis, penentang Tuhan mengatakan, “ Untuk apa takut pada api neraka, apalagi jika hanya membakar kulit! Sebab jika api sudah memakan kulit, maka kami akan bebas bersantai.”

Namun ternyata Allah sudah memberikan jawaban guna membuka rahasia dan memberikan peringatan pada orang-orang kafir: “Sesungguhnya orang-orang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Dapat kita perhatikan di sini, bahwa ketika Allah memberitahu bahwa kulit orang-orang kafir kelak akan diganti dengan kulit lain supaya mereka merasakan siksa neraka, maka ketika memberitahukan siksa yang akan diterima perut orang-orang yang memakan api neraka, Allah ternyata tidak mengganti perut mereka dengan perut yang lain, melainkan membiarkan api tersebut memotong-motong usus mereka. Allah SWT berfirman:
“Sebagaimana orang yang kekal di neraka. Mereka diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya.” (Q.S. Muhammad, 47:15)

Mengapa di sini usus-usus mereka diputus? Secara otomatis mereka menemukan bahwa dalam usus tidak ditemukan adanya syaraf-syaraf perasa panas ataupun dingin. Oleh karena itu usus-usus mereka diputus, karena ketika usus-usus tersebut diputus dan api menjalar ke dalam isi perut, maka mereka akan merasakan siksa yang paling pedih, seolah-olah perut mereka ditusuk-tusuk dengan pisau.

Di sini Allah menjelaskan tentang sesuatu yang ada pada kulit, lalu menjelaskan tentang sesuatu yang ada pada perut (lambung) dan usus. Penjelasan seperti ini tidak akan mungkin muncul kecuali dari orang-orang yang mengetahui rahasia-rahasia anatomi kulit dan rahasia isi perut.




Notes:
A, Yusuf. 2008. Seri Kemujizatan Al Quran dan Sunnah, Kemujizatan Manusia dalam Al Quran dan Sunnah. Yogyakarta: Sajadah_press.


Januari 01, 2012


0 komentar:

Posting Komentar